Connect with us

News

Tidak Hanya Buat Petani Sawah, Bantuan Alsinta Juga Dibutuhkan Petani Perkebunan

AMBON – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Mansur Tianotak berharap bantuan alsinta dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi kepada para petani persawahan di SBB perlu ditambah, karena alat tersebut tidak hanya untuk petani sawah, tetapi juga dibutuhkan oleh petani perkebunan.

Hal itu disampaikan oleh Mansur Tianotak saat menggelar diskusi dengan Anggota DPD RI Anna Latuconsina saat kunjungan kerja (Reses) bersama Dinas Pertanian Kabupaten SBB di Kantor Dinas Pertanian SBB.

“Sarana prasarana melalui Satker Provinsi maupun Bantuan Pusat, Dinas Pertanian SBB mendapatkan alokasi bantuan alsintan. Namun Alsintan untuk petani perkebunan juga perlu mendapatkan perhatian bukan hanya petani persawahan. Kendaraan traktor roda empat sangat dibutuhkan untuk mengelola lahan perkebunan,” kata Mansur Tianotak.

Menurut Mansur Tianotak, kegiatan pertanian di SBB senantiasa berorientasi pada peningkatan produksi tanaman pangan, tanaman perkebunana dan peningkatan jumah populasi ternak sapi yang didukung oleh 48 orang penyuluh pertanian PNS dan dan 34 orang penyuluh pertanian tenaga THL yang telah lulus seleksi P3K.

Dalam rangka pengembangan peningkatan tanaman padi sawah pada areal padi sawah desa Waimital, Desa Waitile, Desa Waihatu dan Dusun Waitoso yang luasannya 1024 Hektar, masih berada pada indeks pertanaman 200 per tahun. Diharapkan indeks ini dapat meningkat menjadi 300 atau 400 per tahun.namun terkendala pada irigasi.

Lebih jauh Mansur Tianotak, dalam rangka pengembangan penyuluhan pertanian. Basisnya ada pada balai penyuluh pertanian pada kecamatan. Di SBB terdapat 11 Kecamatan dengan 11 Balai Penyuluh Pertanian. Seiring dengan program Kementrian Pertanian dimana Balai ini dijadikan sebagai Pusat Komando Strategi Pembangunan Pertanian

“Kendala yang dihadapi adalah tahun 2019 berdasarkan alokasi dana DAK untuk dinas Pertanian telah disetujui pembangunan 1 (satu) Balai Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Inamosol dan Rehabilitasi 3 (tiga) Balai Penyuluh Pertanian di Kecamatan Pulau Manipa, Kecamatan Seram Barat dan Kecamatan Taniwel. Namun karena pademi C-19 maka kegiatan ini tidak jalan dan dihapus. Kami berharap di tahun 2021, prioritas pembangunan ini dapat diajukan ke kementrian pertanian,” paparnya.

“Pengembangan tanaman perkebunana seperti cengkih, pala dan kelapa. Dinas Pertanian SBB hanya mengharpakan alokasi kegiatan dari Pertanian Provinsi karena semua satker ada di Dinas Pertanian Provinsi. Tanaman perkebunan merata di 11 kecamatan di SBB,” pungkas Mansur Tianotak.

Berdasarkan hasil aspirasi bersama Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Anna Latuconsina akan mengusulkan untuk ditindak lanjuti dengan kementrian terkait sesuai dengan tingkat penyelesaiannya, Mulai dari Kabupaten/Kota, Provinsi dan pemerintah pusat dengan mempertimbangkan kondisi dan peraturan yang ada. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News