Connect with us

News

Ke Anna, Gapoktan Waimusi Sebut Petani Saat Ini Butuh Pupuk dan Alat Pertanian

AMBON – Masalah pertanian di Negeri Administrasi Waimusi Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) masih kesulitan mendapatkan tenaga kerja saat waktu penanaman padi tiba. Pasalnya, alat-alat pertanian untuk membantu para petani masih minim.

Selain kesulitan tenaga kerja, para petani juga kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dari Pemerintah saat ini. “Kendala yang dihadapi petani adalah tenaga kerja penanaman padi, dan penjualan hasil panen yang agak sulit. Kekurangan pupuk bersubsidi belum mencukupi untuk dua kali tanam dalam satu tahun,” kata Ketua Gapoktan Sumedi dalam diskusi bersama Anggota DPD-RI Anna Latuconsina saat kegiatan reses via virtual.

Lebih lanjut Sumedi, terbatasnya alat pertanian membuat petani padi sangat kesulitan saat menanam, dan itu berpengaruh pada jumlah luasan lahan yang ditanam.

“Petani sangat mengharapkan bantuan alat tanam padi dan alat potong padi. Tenaga tanam manual kurang mencukupi, saat musim tanam agak susah mendapatkan tenaga kerja untuk menanam padi, serta alat-alat pertanian yang dibutuhkan adalah, traktor, hansprayer, dan pompa air serta alat-alat alsintan dalam bidang pertanian, khususnya untuk menanam padi,” ucapnya.

Apalagi, kata Sumedi saat ini biaya produksi begitu mahal namun tidak sebanding dengan harga jual hasil. “Biaya produksi semakin mahal, sementara harga gabah sangat rendah akibatnya petani merugi,” jelasnya.

Menanggapi aspirasi Gapoktan Teladan Waimusi, Anna Latuconsina berjanji akan mengusulkan aspirasi ini untuk ditindak lanjuti dengan Kementrian Pertanian sesuai dengan tingkat penyelesaiannya, mulai dari Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pemerintah pusat dengan mempertimbangkan kondisi dan peraturan yang ada. (***)

Live virtual Anggota DPD-RI Anna Latuconsina dan Gapoktan Waimusi Saat Reses
Anggota Gapoktan Waimusi Saat Reses Virtual Bersama Anggota DPD-RI
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News