Connect with us

News

Anna Siap Usulkan Hasil Reses dengan PT. Pertamina Ambon ke Pempus

Ambon – Anggota DPD-RI Anna Latuconsina kembali menggelar Reses bersama PT. Pertamina Persero Cabang Ambon pada awal pekan kemarin, Senin (2/3) di Kantor Pusat Pertamina Ambon, Wayame, Kecamatan Teluk Baguala.

Dalam reses tersebut, pihak Pt. Pertamina Ambon mengakui ada beberapa kerumitan yang didapatkan dalam proses distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku, Maluku Utara dan Papua.

“Pola suplay dan distribusi di terminal Wayame meliputi pengiriman dari Wayame ke depot. Sampas pendukung yang dibawahnya ada 3 dermaga. 3 dermaga itu masing-masing melayani kapal-kapal yang akan dikirimkan ke terminal-terminal,” ungkap Anna yang mengutip hasil reses bersama manajer dan staf Pertamina Ambon.

Masalah geografis juga menjadi masalah tersendiri dalam pendistribusian BBM ke depo-depot yang ada di Kabupaten/Kota. Kondisi ini, kata Anna membuat pembiayaan distribusi lebih mahal dari harga BBM itu sendiri.

“Tantangan geografis dalam distribusi BBM, biaya distribusi juga tidak murah, ada beberapa wilayah yang biaya distribusi sudah melebihi harga BBM. Moda transportasi BBM ke lembaga penyalur untuk daerah Maluku dan Papua cukup rumit, khusus pulau-pulau, dari terminal, mobil tangki, langsung ke SPBU,” akuinya.

“Moda yang cukup rumit dari terminal BBM kemudian  tongkang, masuk ke mobil, drum baru suplay. Moda rumit dari terminal BBM kemudian mobil tangki, bongkar ke kapal, bongkar lagi ke truk barang, Moda paling rumit dari terminal truk barang, drum, pesawat, truk barang, baru ke penyalur,” sambungnya.

Tidak sampai disitu, sarana transportasi jalan juga menjadi masalah tersendiri bagi pihak Pertamina Ambon dalam menyalurkan BBM ke wilayah-wilayah tertentu, seperti yang ada di Kabupaten Maluku Tengah. Secara umum, kata Anna lembaga penyalur BBM di wilayah Maluku ada 109 lembaga penyalur dengan rincian agen minyak tanah 31, SKBU regular 21 di provinsi Maluku, SKBU Kompak dan mini ada 23 dan SPBU nelayan ada empat.

“Harga one press polusinya satu harga diseluruh wilayah. Tantangan terkait sarana transportasi jalan utama yang saat ini masih kendala di Maluku Tengah (jembatan putus). Untk SPBU nelayan walaupun hanya 4 dia masih bisa dilayani di lembaga penyalur lain, dan untuk Kota Ambon lembaga penyalur ada tujuh yang SPBU regular, yang mini maupun kompok ada tiga, agen minyak tanah ada 10. Untk SPBU nelayannya saat ini tahap proses pengajuan,” jelasnya.

Selain itu, pihak Pertamina juga mengakui kebijakan BBM 1 harga tahun 2019 ke 2020 di Maluku targetnya satu dan tahun lalu sudah beroperasi. Selain itu, tahun ini juga diberi target 8 di wilayah Maluku.

“Realisasi BBM wilayah Maluku dan market share, produk pertamax maupun pertalite totalnya pertamax 2958kl kemudian pertalite 12729 kl, premium 11463 kl dimana realisasinya sudah sejumlah 11,54% dari kuota, bio solar totalnya samapi dengan februari 4900,1 kl dimana realisasinya sejumlah 14370%  dari kuota.” bebernya.

Atas dasar itu, senator perempuan ini janji akan mengusulkan masalah-masalah ini untuk ditindak lanjuti sesuai dengan tingkat penyelesaiannya. “Mulai dari Kabupaten/Kota, Provinsi dan pemerintah pusat dengan mempertimbangkan kondisi dan peraturan yang ada,” tutup Anna (***).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News