Connect with us

News

Anna Latuconsina Gelar Reses Online Bersama Masyarakat dan Kabulog Malra

JAKARTA – Meski pandemi Covid-19 belum selesai, tidak menghambat Anggota DPD-RI Dapil Maluku Anna Latuconsina untuk menggelar reses bersama masyarakat dan stakeholder di Maluku, guna mendengar aspirasi mereka.

Reses yang berlangsung pada, Kamis (4/6) kemarin bersama Kepala Perum Bulog Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Muhammad Sofyan Sohilauw, dan masyarakat via zoom ini untuk memastikan stok beras dan gula saat pandemi di wilayah Malra Raya. Dalam pemaparannya, Kabulog Malra mengakui stok beras dan gula sejauh ini masih tertangani hingga bulan November 2020 mendatang.

“Stok per hari ini untuk beras 1.949 ton, gula pasir 45 Ton. Stok beras yang ada saat ini bisa melayani lima Kabupaten/Kota yang ada di Maluku Tenggara Raya, yang meliputi Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan Kabupaten Maluku Barat Daya sampai pada bulan November Tahun 2020,” kata Kabulog Malra dalam rapat bersama Anna Latuconsina via virtual meeting.

Sofyan Sohilauw mengatakan, Perum Bulog Malra Raya juga sedang melakukan pembongkaran beras sebanyak 500 ton. Selain itu, upaya menstabilkan harga gula pasir si di dua Kabupaten, yakni Kabulaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya akan ada stok gula pasir sebanyak satu kontainer dalam waktu dekat.

“Kondisi sementara ada pembongkaran beras 500 ton di Gudang Saumlaki, dan juga dalam waktu dekat akan masuk 1 kontainer berisi 25 ton gula pasir dalam rangka melakukan stabilisasi harga Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya,” ujarnya.

Untuk Kota Tual dan Maluku Tenggara kata Sohilauw, Sabtu akan datang 500 ton beras dari Jawa Timur dan 50 ton gula pasir dari Jakarta. Namun, proses pengiriman sedikit terhambat karena kondisi alam yang tidak bersahabat, sehingga berdampak pada keterlambatan kapal yang membawa logistik ke daerah wilayah kerja Perum Bulog Maluku Tenggara.

“Kondisi harga bahan pokok dan komoditi yang dikuasai oleh Bulog di pasaran, khusus beras medium terkendali sesuai harga HIT Pemerintah yakni Rp 10.000, supaya mempermudah transaksi dengan masyarakat. Untuk beras premium harga yang paling murah perkilogram Rp 12.000 dan tertinggi Rp 15.000 perkilogram,” jelasnya.

Lebih lanjutnya, untuk stabilasasi harga beras premium terjual dalam kurun waktu 3 bulan sebanyak 100 Ton, yang diambil langsung dari Sulawesi Selatan. “Kendala-kendala yang dihadapi sebelum Covid dan setelah Covid terletak pada mobilisasi barang, karena beras yang berasal dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan sering terlambat, karena beras tersebut lebih dulu stay di di Ambon. Kalau normal bisa seminggu, tapi dengan kondisi Covid-19 menyababkan keterlambatan 2 sampai 3 minggu,” ucapnya.

Dari rapat atau reses tersebut, Perum Bulog Kabupaten Maluku Tenggara akan diusulkan, untuk ditindak lanjuti sesuai dengan tingkat penyelesaiannya, Mulai dari Kabupaten/Kota, Provinsi hingga Pemerintah Pusat dengan mempertimbangkan kondisi dan peraturan yang ada. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News