Connect with us

News

Maluku Tak Nikmati Era Digital, Anna Minta Keminfo Berikan Perhatian

Jakarta – Perkembangan digital dewasa ini makin meluas di Indonesia, hingga ke pelosok-pelosok desa. Namun, penyebaran digital itu hanya berpusat di kawasan Indonesia tengah hingga ke barat, terkhusus pulau Jawa.

Bahkan, sistem pendidikan di wilayah pulau Jawa sudah terkoneksi langsung dengan dunia digital. Hingga tidak heran, kalau pendidikan di kawasan pulau Jawa lebih maju dari wilayah Indonesia Timur, terkhusus di Provinsi Maluku.

Atas dasar itu, Anggota DPD-RI Anna Latuconsina meminta Pemerintah Pusat (Pempus) lewat Kementerian Komunakasi dan Informatika (Keminfo), untuk memberikan perhatian serius bagi masyarakat Maluku soal perkembangan digital.

“Provinsi Maluku dengan 1340 pulau belum merasakan nikmatnya era digital seperti yang sudah dirasakan pulau Jawa, dan contoh paling sederhana ada 30 persen daerah yang belum teraliri listrik di Maluku, serta masih jauh dari digitalisasi sesuai tema pembahasan hari ini,” kata Anna daoam Forum Group Discussion (FGD) BKSP DPD-RI, Rabu (13/11).

Menurut senator perempuan asal Maluku ini, digital ini sangat berkaitan erat dengan pendidikan saat ini. Pasalnya, beberapa daerah di pulau Jawa sudah menggunakan sistem digital yang terkoneksi langsung ke sistem pendidikan.

Oleh sebab itu, Keminfo harus menjadikan ketertinggalan ini sebagai masalah serius untuk memajukan pendidikan di kawasan Maluku.

“Kemudian dalam dunia pendidikan, bagaimana pihak Keminfo melihat masalah Indonesia Timur, khususnya kami di Maluku ini agar bisa segera memasuki era digitalisasi seperti yang dirasakan Jawa dan daerah lain di Indonesia,” ucapnya.

Anggota DPD tiga periode ini melanjutkan, kondisi wilayah Maluku yang didominasi oleh pulau-pulau itu sangat membutuhkan waktu banyak untuk mengejar ketertinggalan terkait digitalisasi. Padahal, jumlah penduduk yang sedikit ini.

“Total penduduk kami ada 1.800.000 jiwa dengan sebaran 1340 pulau, dengan rentang kendali lautan yang sangat luas, mungkin butuh waktu banyak mengejar ketertinggaan era digital dari saudara-saudara kami lainnya di nusantara ini, karena jumlah penduduk yang sedikit dan secara ekonomi tidak menguntungkan,” jelasnya.

“Namun saya pikir kami juga bagian dari bangsa ini, yang memiliki hak dan kesempatan untuk menikmati kemajuan yang ada dalam bangsa ini,” tegas Anna. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News