Connect with us

News

Covid-19 Tak Pengaruhi PHK Karyawan Di Sektor Perikanan dan Pertanian Maluku

AMBON – Pandemi Covid-19 terus menyebar di hampir semua daerah, termasuk di Provinsi Maluku. Meski begitu, penyebaran Covid-19 tidak begitu berpengaruh pada industri perikanan dan pertanian di Maluku.

Dalam Kunjungan Kerja Komite II DPD RI Anna Latuconsina bersama Dinas Perindustrian Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) 28 September kemarin, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Malteng Musalam Tomagola mengatakan, dampak Covid-19 bagi Industri besar seperti perikanan dan pertanian di Maluku tidak terlalu berdampak, pada pengurangan jumlah tenaga kerja. Namun pada industri kecil dan menengah sangat berdampak.

“Kabupaten Maluku Tengah sampai saat ini, pelaksanaan sektor industri masih di arahkan pada sektor Industri Kecil Menengah (IKM) dengan jenis klasifikasi industrinya sebagai berikut, Industri Kimia dan Bahan Bangunan, Industri Logam dan Elektronik, Industri Pangan, Industri Sandang, dan Industri Kerajinan. Jenis-jenis industri ini telah dilaksanakan pada 17 kecamatan di Kabupaten Malteng,” kata Tomagola.

Tomagola juga mengatakan, selama Covid-19 ini terdapat peningkatan ekspor ikan tuna segar dari Maluku di tahun 2020, dan itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2019. Di Provinsi Maluku, lanjut Tomagola, sektor Indiustri memberikan kontribusi yang signifikan sekitar 5 persen terhadap PDRB Maluku sejak 2014-2019.

Angka ini menematkan sektor Industri pada peringkat keenam diantara sektor lainnya dalam memberikan PDBD Provinsi Maluku. Sektor industri nasional di triwulan pertama 2020 mengalami pertumbuhan yang berlawanan arah dengan industri di Maluku, baik untuk skala besar dan sedang, maupun mikro dan kecil. pertumbuhan industri besar dan sedang Provinsi Maluku pada triwulan pertama tahun 2020 turun sebesar 5,99 persen.

“Pertumbuhan industri mikro dan kecil (IMK) Provinsi Maluku periode Januari-Maret 2020 turun 0,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019,” ucapnya.

Industri-industri yang bertumbuh positif pada triwulan pertama 2020 adalah industri makanan, industri kayu, barang dari kayu, ayaman rotan, industri percetakan dan reproduksi media rekaman, industri bahan kimia, dan barang dari bahan kimia, industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional, industri barang galian bukan logam, industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya, dan industri furniture.

Industri Pariwisata Maluku Berdampak Akibat Covid-19

Menurut Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Malteng Musalam Tomagola, industri pariwisata Maluku sangat berdampak akibat Covid-19. Hal ini terlihat dengan berkurangnya kunjungan para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Bahkan, dampak tersebut terlihat jelas pada industri kecil, baik kuliner, transportasi dan travel.

“Industri pariwisata paling berdampak covid karena berkurangnya kunjungan pariwisata. Hal ini bukan hanya berdampak langsung pada pengurangan jumla tenaga kerja pariwisata, namun juga pada indutri kecil lainnya seperti jasa transportasi, jasa travel, jasa kuliner, maupun UKM kecil yang menggantungkan hidup pada indusri pariwisata,” kata Tomagola.

Dikatakan Tomagola, pembangunan perindustrian mengalami kendala karena belum berkembangnya budaya kreatif, inovatif dan pemanfaatan tekhnologi untuk menghadilkan produk yang berkualitas dan bervariasi.

“Meski di masa pandemi munculnya industri kecil dan rumahan yang memanfaatkan jaringan internet namun belum secara maksimal diberdayakan,” jelasnya. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News