Connect with us

News

Empat Pilar Kebangsaan Diharapkan Masuk Dalam Kurikulum Pembelajaran

Ambon – Pengaruh media massa (Televisi) dan media sosial saat ini begitu signifikan. Dua jenis media ini berhasil mempengaruhi pola pikir masyarakat, terkhusus generasi muda.

Tak sedikit pengguna media sosial dan penikmat televisi terpengaruh dengan konten dan tayangan di kedua media tersebut. Pengaruh dua jenis media ini tak hanya positif, tetapi juga mampu melahirkan trend negatif bagi masyarakat, baik orang dewasa maupun anak remaja.

Atas dasar itu, pemangku kekuasaan di bangsa ini, baik eksekutif maupun legislatif harus memperkuat pondasi kebangsaan bagi masyarakat, terkhusus generasi muda diera modernisasi.

Tak hanya itu, masyarakat juga meminta agar empat pilar kebangsaan dimasukan dalam kurikulum pembelajaran yang baru, untuk lebih menguatkan pila pikir generasi muda bangsa menuju masa depan yang baik.

“Empat pilar kebangsaan kalau bisa masuk dalam kurikulum pembelajaran,” kata Anna mengutip permintaan masyarakat saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan bersama siswa-siswi Madrasah Alian Negeri (MAN) 1 Ambon kemarin.

Menurut Anna, empat pilar kebangsaan ini merupakan pondasi kuat bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai perkembangan jaman ke depan. Pasalnya, konten dan tayangan di media sosial dan televisi tidak begitu mendidik, dan hal ini menjadi ancaman serius kepada pola pikir generasi muda bangsa.

“Empat pilar kebangsaan ini adalah pondasi dalam era modernisasi. Televisi merupakan salah satu wadah untuk melepaskan penat seseorang, sementara sekarang tayangan di televisi kurang mendidik,” ucapnya.

Selain itu, lanjut senator perempuan Maluku ini, tak sedikit para pelajar di Indonesia terpengaruhi oleh tayangan-tayangan di televisi. Untuk itu, empat pilar kebangsaan ini adalah solusi tepat dalam menguatkan pondasi kebangsaan generasi muda Indonesia. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News